(earn
from nature because nature is the best teacher)
"Alam
itu jahat dan kejam, tetapi bagaimanapun juga alam merupakan guru yang paling baik bagi
manusia. yang bisa menjadikan manusia menjadi lebih berpikir tentang prinsip,
dan arti dari pentinya hidup. Dia
mengajarkan kita semua tentang kehidupan, kedisiplinan, kebersamaan, dan
pentingnya menjaga waktu"
Di
era zaman sekarang Mendaki gunung adalah hal yang sudah biasa dan tidak asing
lagi. Kita mengetahui banyak orang-orang dari seluruh penjuru dunia beramai
ramai ingin mendatangi puncak puncak
tertinggi yang ada di dunia. Meskipun demikian aktifitas mendaki gunung ini masih
tergolong kaum minoritas.
Banyak faktor - faktor yang
mendasari orang untuk melakukan aktifitas ini, ada yang didasari oleh hobi,
penelitian , refresing , atau bahkan tidak sedikit orang yang sudah menjadikan
mendaki gunung ini sebagai pekerjaan. Menurut kalian apa sih pentingnya naik
gunung ??? Sebenarnya hanya kalian sendiri
lah lah yang bisa menjawabnya, jawabaya pasti beragam. yang dipahami dari kebanyakan orang, orang-orang yang sudah naik
gunung lah yang bisa menjawabnya. karena mereka bepikir sesuatu itu harus
mereka rasakan terlebih dahulu baru mereka akan tau sisi positif dan negatif
dari apa yang mereka kerjakan. Maka dari itu senggangkanlah waktu 1
atau 2 hari untuk mencoba aktifitas yang satu ini. cukup main saja, cari
gunung yang paling terdekat yang ada di daerah anda, setelah itu apa yang kalian rasakan ketika
pertama kali anda naik gunung.
Ketagihan
?? atau sebaliknya??
Ketika anda menjawab sebaliknya,
janganlah menyerah begitu saja rasa cape,lelah itu hal yang biasa, wajar bila
pertama naik gunung merasakan hal seperti itu. karena tidak segampang itu untuk
bisa menemukan fill dalam mendaki gunung. orang yang sudah sering naik gunung pun
belum tentu dapat fill nya dalam setiap ia mendaki gunung. Siap-siap saja kita
akan menemui watak dan perilaku yang
berbeda-beda. karena ketika mendaki gunung tanpa disadari ataupun disadari
sifat sifat asli manusia akan datang menghampiri. sehingga apa yang dilakukan
benar-benar keluar dari dalam hati. Disana akan tampak siapa yang akan
meninggalkan ketika susah, dan akan tampak siapa yang akan selalu mendukung dan
menjaga. Tak ada kepura-puraan. Siapa sebenarnya dia untuk kamu, akan tampak
disana" disinilah sisi emosional, dan ke logisan kita dalam berpikir di
uji.
Naik gunung identik dengan berjalan
di hutan, menaiki dan menuruni tanjakan
yang curam , menghabiskan banyak waktu
bahkan menghabiskan banyak uang. Tapi apalah artinya itu semua ketika kita
sudah bisa mengambil hikmah, manfaat, dan renungan dari semua itu. kita akan
mendapatkan kebahagiaan dan kepuasaan yang tidak bisa di bayar oleh apapun.
Mendaki gunung itu harus mematangkan
manajemen perjalanan, mendaki gunung itu
kadang di bawah kadang pula di atas, kadang menemui rintangan, kadang juga menemukan keindahan. Sama persis
seperti roda kehidupan. Maka dari itu
hidup tidak ubahnya seperti kita mendaki gunung.
Pintar - pintarlah kita dalam mengambil sisi positif dan negatif dari suatu pekerjaan yang telah
kita kerjakan. Semoga kita semua bisa tahu dan
mengerti tentang isi dan arti dari mendaki gunung yang sebena -benarnya.
Firman. Firdaus


Tidak ada komentar:
Posting Komentar