Rabu, 24 Oktober 2012









(earn from nature because nature is the best teacher)
"Alam itu  jahat dan kejam, tetapi  bagaimanapun juga  alam merupakan guru yang paling baik bagi manusia. yang bisa menjadikan manusia menjadi lebih berpikir tentang prinsip, dan arti dari pentinya hidup.  Dia mengajarkan kita semua tentang kehidupan, kedisiplinan, kebersamaan, dan pentingnya menjaga waktu"


Di era zaman sekarang Mendaki gunung adalah hal yang sudah biasa dan tidak asing lagi. Kita mengetahui banyak orang-orang dari seluruh penjuru dunia beramai ramai ingin mendatangi  puncak puncak tertinggi yang ada di dunia. Meskipun demikian aktifitas mendaki gunung ini masih tergolong  kaum minoritas.

            Banyak faktor - faktor yang mendasari orang untuk melakukan aktifitas ini, ada yang didasari oleh hobi, penelitian , refresing , atau bahkan tidak sedikit orang yang sudah menjadikan mendaki gunung ini sebagai pekerjaan. Menurut kalian apa sih pentingnya naik gunung ???  Sebenarnya hanya kalian sendiri lah lah yang bisa menjawabnya, jawabaya pasti beragam. yang dipahami dari  kebanyakan orang, orang-orang yang sudah naik gunung lah yang bisa menjawabnya. karena mereka bepikir sesuatu itu harus mereka rasakan terlebih dahulu baru mereka akan tau sisi positif dan negatif dari apa yang mereka kerjakan. Maka dari itu senggangkanlah  waktu 1  atau 2 hari untuk mencoba aktifitas yang satu ini. cukup main saja, cari gunung yang paling terdekat yang ada di daerah anda,  setelah itu apa yang kalian rasakan ketika pertama kali anda naik gunung.
Ketagihan ?? atau sebaliknya??
            Ketika anda menjawab sebaliknya, janganlah menyerah begitu saja rasa cape,lelah itu hal yang biasa, wajar bila pertama naik gunung merasakan hal seperti itu. karena tidak segampang itu untuk bisa menemukan fill dalam mendaki gunung. orang yang sudah sering naik gunung pun belum tentu dapat fill nya dalam setiap ia mendaki gunung. Siap-siap saja kita akan menemui watak dan  perilaku yang berbeda-beda. karena ketika mendaki gunung tanpa disadari ataupun disadari sifat sifat asli manusia akan datang menghampiri. sehingga apa yang dilakukan benar-benar keluar dari dalam hati. Disana akan tampak siapa yang akan meninggalkan ketika susah, dan akan tampak siapa yang akan selalu mendukung dan menjaga. Tak ada kepura-puraan. Siapa sebenarnya dia untuk kamu, akan tampak disana" disinilah sisi emosional, dan ke logisan kita dalam berpikir di uji.
            Naik gunung identik dengan berjalan di hutan,  menaiki dan menuruni tanjakan yang curam ,  menghabiskan banyak waktu bahkan menghabiskan banyak uang. Tapi apalah artinya itu semua ketika kita sudah bisa mengambil hikmah, manfaat, dan renungan dari semua itu. kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kepuasaan yang tidak bisa di bayar oleh apapun.
            Mendaki gunung itu harus mematangkan manajemen perjalanan, mendaki gunung itu  kadang di bawah kadang pula di atas, kadang menemui rintangan,  kadang juga menemukan keindahan. Sama persis seperti roda kehidupan.  Maka dari itu hidup tidak ubahnya seperti kita mendaki gunung.
            Pintar - pintarlah  kita dalam mengambil sisi positif  dan negatif dari suatu pekerjaan yang telah kita kerjakan. Semoga kita semua bisa tahu dan mengerti tentang isi dan arti dari mendaki gunung yang sebena -benarnya.
 

Firman. Firdaus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar