Kabeurangan...
Sungguh setianya, Bukankah dari dulu Matahari muncul setiap
pagi
Masuk menyusuri lorong lorong yang gelap yang mulai memudar
Tidak ada rasa bosan . tidak seperti manusia yang setiap
minggu melakukan seleksi berguguran
cahaya yang mana lagi, lalu menutupnya dengan kain hijau
kehidupan ini , seperti bantal, kasur yang berserak
berantakan,
masih saja tidak menghiraukanya. Dengan hati yang mulai
parau terlintas rasa malu yang berlebihan
terasa terjebak mimpi, sulit merasakan indahnya senyuman sang
mentari.
aku ingin menjadi matahari.
(Maret. FPF. 2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar