Senin, 25 Maret 2013



Kabeurangan...

Sungguh setianya, Bukankah dari dulu Matahari muncul setiap pagi
Masuk menyusuri lorong lorong yang gelap yang mulai memudar
Tidak ada rasa bosan . tidak seperti manusia yang setiap minggu melakukan seleksi berguguran
cahaya yang mana lagi, lalu menutupnya dengan kain hijau
kehidupan ini , seperti bantal, kasur yang berserak berantakan,
masih saja tidak menghiraukanya. Dengan hati yang mulai parau terlintas rasa malu yang berlebihan
terasa terjebak mimpi, sulit merasakan indahnya senyuman sang mentari.
aku ingin menjadi matahari.

(Maret. FPF. 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar